Aktivis Forum Kajian Islam Mahasiswa (FKIM) Universitas Ibn Khaldun Bogor melakukan serangkaian acara Refleksi Akhir Tahun 2012 mulai dari aksi damai hingga diskusi publik pada Jum’at (28/12/12), dengan tema “Kapitalisme-Demokrasi Biang Bencana, Khilafah Solusinya !”, bertempat di kampus Universitas Ibn Khaldun Bogor.
Rangkaian acara diawali
oleh aksi damai pada pukul 08.00 WIB pagi yang diikuti oleh puluhan
aktivis FKIM. Dalam aksinya mereka menyampaikan bahwa kerusakan yang
terjadi di Dunia khususnya di Indonesia, mulai dari sektor Pendidikan,
Sosial, Ekonomi, Pemerintahan serta Polugri merupakan akibat dari
diterapkannya Kapitalisme-Demokrasi dan ditinggalkannya syari’at Islam
dalam mengatur kehidupan manusia. Aksi yang diselenggarakan tepat di
depan kampus Universitas Ibn Khaldun Bogor tersebut berakhir pada pukul
09.30 WIB dan berjalan secara tertib dengan pengawalan dari Polsek Tanah
Sareal.
Acara berlanjut pada pukul
13.00 WIB bertempat di ruang kelas Gedung Fakultas Ekonomi. Diskusi
Publik yang menghadirkan dua orang pembicara, yaitu Rajab Abu Azzam
(BKLDK Kota Bogor) dan M. Lukmanul Hakim (Ketua FKIM UIKA Bogor),
dihadiri oleh sejumlah undangan perwakilan dari Unit Kegiatan
Mahasiswa, BEM, PONPES Ulil Albab, lembaga kampus Asisten Kajian Islam
serta mahasiswa UIKA.
Diskusi yang berdurasi dua
jam tersebut membahas tentang berbagai fakta kerusakan yang terjadi
selama satu tahun terakhir mulai dari tawuran pelajar sampai skandal
aparat pemerintahan. Rajab menyampaikan urgensitas serta wajibnya
penerapan syariat Islam ditengah kerusakan dan keterpurukan manusia
khususnya kaum muslim dalam berbagai aspek kehidupan sebagai solusi
tuntas untuk semua permasalahan, “Inilah fakta kerusakan ummat saat
ini yang telah Allah cap sebagai ummat terbaik, maka sudah sepatutnya
kita kembali kepada Syariat Islam.”
Sementara Lukman
menyampaikan bahwa arah perjuangan yang seharusnya diambil oleh
mahasiswa untuk menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi hanyalah
Islam bukan yang lain, “Seharusnya mahasiswa hanya memperjuangkan
Islam bukan yang lain, bukan Sosialisme yang jelas-jelas gagal dan telah
runtuh kurang dari seratus tahun, juga bukan Kapitalisme-Demokrasi yang
sekarang telah nyata kebobrokan dan kehancurannya. Maka salah besar
jika mahasiswa memperjuangkan sistem yang telah jelas-jelas rusak. Maka
satu-satunya sitem alternatif yang layak diperjuangkan hanyalah Islam
karena telah terbukti dapat membangkitkan dan juga karena itu merupakan
suatu kewajiban.” paparnya. [zahid]
0 komentar:
Posting Komentar