Sekitar 40 orang mahasiswa/i dan pelajar dari Kota Bogor, menghadiri Kajian Al-Islam EDISI SPESIAL dengan tema “REFLEKSI AKHIR TAHUN 2012: KAPITALISME-DEMOKRASI BIANG BENCANA, KHILAFAH SOLUSINYA !” yang diselenggarakan oleh Forum Kajian Islam Mahasiswa (FKIM) Universitas Ibn Khaldun Bogor pada
Jum’at, 28 Desember 2012 di Gedung Fakultas Ekonomi UIKA Bogor Lt. 3
Ruang R.
Peserta dihadiri oleh bebarapa perwakilan Organisasi dan Unit
Kegiatan Mahasiswa UIKA diantaranya yaitu, LDK Al-Intisyar UIKA, ASKI
UIKA, KAMMI UIKA, Pondok Pesantren Ulil Albab UIKA. Peserta juga
dihadiri oleh perwakilan aktivis dakwah kampus dari Forum Komunikasi
Mahasiswa Islam UNPAK, Kampus BSI, dan SMKN 1 Bogor.
Kajian Al-Islam EDISI
SPESIAL ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Ust. Rajab Abu Azzam
(Koordinator BKLDK Kota Bogor) dan Muhammad Lukman al-Hakim (Aktivis
FKIM UIKA Bogor). Dalam pemaparan materinya, Ust. Rajab meyampaiakan
beberapa problem yang melanda negeri ini pada tahun 2012, baik itu dalam
bidang pendidikan, ekonomi, politik, sosial-budaya, kriminalitas remaja
termasuk problem dunia Islam. Dalam bidang ekonomi, menurutnya kekayaan
alam negeri ini tidak dikuasai oleh pemerintah melainkan oleh
perusahan-perusahan asing. Sementara itu, menurutnya, kriminaliras
remaja semakin parah, “Seks bebas, narkoba, tawuran, aborsi, HIV/AIDS
adalah sekelumit problem yang menimpa negeri ini, khususnya para
generasi masa depan.”, ujar Ust. Rajab.
Sedangkan Muhammad Lukman
al-Hakim (Aktivis FKIM), yang hadir sebagai pembicara kedua,
menyampaikan bahwa biang berbagai macam problem yang melanda negeri ini
adalah akibat diterapkannya sistem kufur Kapitalisme-Demokrasi dan
diabaikannya Syariah Allah. “Berbagai macam problem tadi adalah
karena kemaksiatan yang dilakukan manusia. Dan kemaksiatan terbesar
adalah diterapkannya sistem kufur Kapitalisme-Demokrasi serta
diabaikannya Syariat Islam untuk mengatur seluruh aspek kehidupan”, paparnya.
Peserta begitu antusias
sekali untuk bertanya pada sesi tanya-jawab. Yang menarik adalah
pertannyaan salah satu mahasiswa yang menyatakan pandangannya bahwa
Khilafah itu adalah utopis dan mimpi. Dalam menjawab pertanyaan
tersebut, Ust. Rajab menyatakan, “Kalau Khilafah itu adalah mimpi
atau utopis, lalu kenapa mimpi tersebut banyak ditakuti oleh musuh-musuh
Islam, seperti AS dan sekutunya? Bahkah Belanda sudah membuat konsep
hubungan perdagangan dengan Khilafah Islam ketika Khilafah sudah tegak
nanti. Lebih dari itu, banyak pengamat Barat, seperti NIC, yang
memprediksi Khilafah Islam bakal tegak kembali di tahun 2020.”Sedangkan
menurut Lukman, jika dulu saat para pemuda menyatakan Sumpah Pemuda 28
Oktober 1928 yang berisikan satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa.
Banyak kalangan yang saat itu meragukan hal tersebut. Mereka
berpandangan persatuan bangsa Indonesai merupakan hal yang utopis dan
mimpi. Namun apa yang terjadi kemudian, ternyata Sumatera, Jawa,
Kalimanta, Sulawesi, Papua, dan pulau-pulau lainnya bisa bersatu dalam
naungan Indonesia. “Nah, hal yang sama pun akan terjadi saat ini,
ketika masih ada orang yang menyatakan bahwa Khilafah itu mimpi atau
utopis, namun suatu saat nanti, Insya Allah dalam waktu dekat ini,
Khilafah pasti tegak kembali. Indonesia, Malaysia, negeri-negeri
Timur-Tengah, Eropa, Asia, Afrika, akan bersatu dalam naungan Khilafah
Islamiyah.”, paparnya. [FF]
0 komentar:
Posting Komentar