Tolak kondomisasi, kebijakan rezim sekuler cabul Selamatkan generasi muda dengan syariah dan khilafah

Written By Unknown on 4/07/2013 | 08:18


PhotobucketWalaupun masih dalam suasana libur kuliah, namun para mahasiswa/i masih semangat untuk menghadiri Kajian Bedah al-Islam yang rutin diselenggrakan oleh Forum Kajian Islam Mahasiswa (FKIM) Universitas Ibn Khaldun Bogor setiap Jum’at minggu ganjil pukul 13.15 wib. di Mesjid al-Hijri II UIKA Bogor. Tema yang diangkat pada edisi Jum’at, 6 Juli 2012 kali ini adalah tentang kebijakan kontroversial Menkes Nafsiyah Mboi yang mengkampanyekan kondom dalam upaya untuk menurunkan angka pengidap HIV/AIDS dan kehamilan yang tidak diinginkan.
Hadir sebagai pemateri adalah Ust. Rian Prioandana yang mengungkapkan ketidakmampuan kondom dalam mencegah virus HIV/AIDS, “Pori-pori kondom itu terlalu lebar untuk menahan virus HIV/AIDS. Virus HIV/AIDS yang sangat kecil itu akan sangat mudah masuk melalui pori-pori kondom.”  Selain itu, kondom pun sering kali gagal untuk mencegah kehamilan, “Nah, apabila kondom dipakai dalam rangka untuk mencegah kehamilan pun, ternyata tidak efektif, karna menurut penelitian bahwa efektiftas kondom untuk mencegah kehamilan hanya 70 %.”, lanjut Ust. Rian.Oleh karena itu, dengan adanya berbagai fakta dan bukti mengenai ketidakmampuan kondom dalam mencegah virus HIV/AIDS dan kehamilan yang tidak diinginkan, aneh bila pemerintah masih saja menggulirkan kebijakan kondomisasi ini, “Jelas, latar belakang sesungguhnya dari kebijakan kondomisasi ini bukanlah dalam rangka menurunkan angka pengidap HIV/AIDS dan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, namun motif utamanya tidak lain adalah untuk mencengkram negeri ini dengan sekulerisme-liberalisme.”, papar Ust. Rian. “Bukan hanya itu, dengan adanya kebijakan ini, maka yang diuntungkan adalah perusahan-perusahan produsen kondom, yang tidak lain adalah para kapitalis.”, sambung Ust. Rian.
Kebijakan kondomisasi yang digulirkan oleh Menkes Nafsiyah Mboi ini jelas telah menimbulkan reaksi penolakan dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Pasalnya, kebijakan kondomisasi ini adalah upaya melegalkan perzinahan dan seks bebas di tengah-tengah masyarakat, khususnya generasi muda Islam. Padahal justru, sebab utama merebaknya pengidap HIV/AIDS dan kehamilan yang tidak diinginkan adalah perilaku seks bebas di kalangan generasi muda, “Sumber utama dari penularan HIV/AIDS dan kehamilan yang tidak dikehendaki adalah seks bebas. Dengan adanya kebijakan kondomisasi ini, maka alih-alih akan menurunkan angka pengidap HIV/AIDS dan kehamilan yang tidak diinginkan, justru malah akan meningkatkan penderita HIV/AIDS dan kehamilan yang tidak diinginkan, karena merebaknya perzinahan dan seks bebas.”, ungkap Ust. Rian. Masih menurut beliau, imbas lain yang tak kalah membahayakan adalah akan semakin banyaknya jumlah aborsi di negeri ini.
Jamaah yang hadir pun sangat antusias menyimak pemaparan materi, dan salah satu jamaah menanyakan perihal bagaimana Islam mengatasi permasalahan HIV/AIDS ini, “Dalam menyelesaikan kasus ini, Islam akan mencabut akar permasalahan utamanya, yaitu seks bebas. Peraturan Islam akan menghentikan dan memberangus perilaku seks bebas generasi muda, seraya memberikan saknsi yang tegas bagi para pelaku perzinahan.”, jawab Ust. Rian.
Di akhir kajian, MC mengingatkan kepada seluruh jamaah yang hadir bahwa kita harus menolak kebijakan kondomisasi ini, karena sungguh penolakan kita merupakan bentuk amar makruf nahi mungkar yang wajib dilakukan setiap muslim. Dan solusi kondom adalah solusi yang timbul dari ideologi Sekulerisme-Liberalisme yang bukan menyelesaikan masalah, namun menambah keruwetan masalah dan mengundang murka Allah swt. Maka sudah semestinya kita berharap hanya pada Islam untuk menyelesaikan permsalaahan HIV/AIDS ini, yaitu dengan penerapan Syariat Islam secara sempurna dalam naungan Khilafah Islam. Allahu Akbar. [FF]
Foto kegiatan:
Photobucket
Photobucket
Photobucket
  1. Photobucket
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT.
Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan
Template Modify by Divisi INFOKOM FKIM
Proudly powered by Blogger