Hadir sebagai Narasumber adalah Endro Sudarsono, S.Pd selaku
sekretaris The Islamic Study and Action Center [ISAC] dan Ust. Choirul
RS selaku Ketua Bidang Nahi Mungkar Jawa Tengah.
Dalam paparannya sekretaris ISAC menilai munculnya Densus di
Indonesia nampak sekali kepentingan asing. Disebutkan bahwa Dana
Operasional berasal dari Amerika dan Australia, Target Operasi hampir
seluruhnya aktivis Muslim. Targetnya melemahkan kekuatan Muslimin dan
Bangsa Indonesia pada umumnya.
Dalam menindak terduga teroris Densus 88 sering menyalahi prosedur
seperti tanpa disertai surat penangkapan, sering melakukan tekanan fisik
dan psikis saat penyidikan, serta hak memilih penasihat hukumpun
dibatasi.
Beberapa kasus justru densus 88 melakukan salah tangkap, menganiaya
bahkan menembak mati sebelum adanya putusan pengadilan. Hal ini jelas
dikategorikan Pelanggaran HAM berat. Secara khusus, berdasarkan Kajian
dari Tim Pencari Fakta ISAC kasus tembak mati Muhsin dan Farhan serta
penangkapan Bayu terkesan By Design, dan diduga kuat ada konspirasi didalamnya.
Sementara itu, Ust Choirul minta Densus dibubarkan. Alasannya adalah
bahwa Densus 88 sudah memusuhi umat Islam. Ia menambahkan bahwa
membunuh seorang Muslim tanpa ada alasan yang haq adalah Neraka Jahanam
tempatnya.
Bahkan korban tembak matipun tidak segera dipulangkan, Itupun sering
dibuat penolakan didaerah-daerah, Ia mencontohkan di Solo dan Sragen.
Densus juga tidak mengenal asas praduga tak bersalah, serta tidak ada
anggota densus yang salah prosedur diadili.
Surakarta, 10 Februari 2013
Sekretaris ISAC
Endro Sudarsono
0 komentar:
Posting Komentar