Meskipun klaim palsu
meyakinkan pemerintah suatu yang berlawanan, Rupee yang jatuh nilainya
secara terus-menerus, menyebabkan kenaikan besar dalam harga. Namun,
pemerintah terus mencetak lebih banyak uang tanpa peduli konsekuensinya
yang mengerikan, dengan sibuk menggali liang lahat bagi urat nadi
perekonomian – yakni mata uang.
Kapitalisme memberikan
mandat manipulasi kepada suku bunga untuk mengendalikan perekonomian.
Bank-bank swasta menggunakan uang deposan dan menyimpannya pada bank
pemerintah Pakistan dalam rekening khusus untuk memperoleh tingkat bunga
yang lebih tinggi. Karena Bank Negara tidak punya uang yang lebih untuk
membayar kembali bunga kepada bank-bank swasta itu, maka Bank Negara
“menciptakan uang” dengan mencetak lebih banyak uang, untuk membayar
bunga kepada bank-bank pemilik deposito itu.
Saldo kebijakan perdagangan
kapitalis melalui devaluasi Rupee juga menyebabkan inflasi. Menjadi
sebuah negara pengimpor dengan basis manufaktur yang lemah, Pemerintah
kapitalis Pakistan mengawasi devaluasi Rupee sesuai dengan perintah IMF.
Hal ini diklaim dilakukan terutama dilakukan untuk mengatasi masalah
neraca perdagangan Pakistan. Namun, dengan mendevaluasi Rupee,
Pemerintah Pakistan meningkatkan biaya input produksi, sehingga
menyebabkan kekacauan di sektor pertanian, tekstil, dan lainnya yang
sudah terhuyung-huyung oleh kebijakan suku bunga yang tinggi. Oleh
karena itu, tingginya biaya pinjaman bersama dengan kenaikan biaya
produksi, menyebabkan banyak industri dan perusahaan tidak dapat
bersaing di tingkat internasional.
Islam telah mengamanatkan
bahwa mata uang negara harus didukung oleh kekayaan logam mulia,
sehingga mengakhiri akar penyebab inflasi. Islam mendefinisikan mata
uang negara sebagai Dinar Emas seberat 4.25 gram, dan Dirham Perak
seberat 2.975 gram. Inilah sebabnya mengapa Khilafah menikmati harga
yang stabil selama lebih dari seribu tahun. Kembali ke standar emas dan
perak bagi umat Islam adalah suatu hal yang sungguh praktis.
Negeri-negeri Muslim di mana Daulah Khilafah akan timbul banyak
mengandung sumber daya emas dan perak, seperti Sandaik dan Reko Diq di
Pakistan.
Khilafah di masa datang
akan memperkuat dan menstabilkan mata uangnya dengan dukungan kekayaan
yang riil, yakni emas dan perak, untuk mengakhiri inflasi yang secara
pasti telah melumpuhkan rumah tangga, industri dan pertanian.
Untuk mendapatkan rincian
lebih lanjut tentang hal ini lihat kebijakan ekonomi yang lengkap dan
artikel yang relevan dari konstitusi negara Khilafah dalam buku: Manifesto of Hizb ut-Tahrir for Pakistan
0 komentar:
Posting Komentar