Banyak pendapat mengatakan
bahwa kondisi dunia dewasa ini berada di ambang datangnya tanda-tanda
besar Kiamat. Karena di masa kita hidup dewasa ini sudah sedemikian
banyak tanda-tanda kecil yang bermunculan. Praktis hampir seluruh
tanda-tanda kecil kiamat yang disebutkan oleh Nabishollallahu ’alaih wa
sallamsudah muncul semua di zaman kita. Maka kedatangan tanda-tanda
besar tersebut hanya masalah waktu. Tanda besar pertama yang bakal
datang ialah keluarnya Dajjal. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa
sebelum munculnya Dajjal harus datang terlebih dahulu Tanda Penghubung
antara tanda-tanda kecil kiamat dengan tanda-tanda besarnya. Tanda
Penghubung dimaksud ialah diutusny Al-Mahdi ke muka bumi.
Dalam sebuah hadits
Nabishollallahu ’alaih wa sallammengisyaratkan bahwa Al-Mahdi pasti
datang di akhir zaman. Ia akan memimpin ummat Islam keluar dari
kegelapan kezaliman dan kesewenang-wenangan menuju cahaya keadilan dan
kejujuran yang menerangi dunia seluruhnya. Ia akan menghantarkan kita
meninggalkan babak keempat era para penguasa diktator yang memaksakan
kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya dewasa ini menuju
babak kelima yaitu tegaknya kembali kekhalifahan Islam yang mengikuti
manhaj, sistem atau metode Kenabian.
(Abu Daud – 3733)
“Sekiranya dunia ini tidak tersisa kecuali hanya sehari, Zaidah
menyebutkan dalam haditsnya, “maka Allah akan memanjangkan hari itu, ”
kemudian mereka bersepakat -dalam menyebutkan lafadz- hingga Allah
mengutus seorang laki-laki dariku, atau dari keluargaku; namanya mirip
dengan namaku, dan nama bapaknya juga mirip dengan nama bapakku. Dalam
hadits Fithr ditambahkan, “Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan,
sebagaimana kezhaliman dan kelaliman pernah memenuhinya.”
Lelaki keturunan Nabi
Muhammadshollallahu ’alaih wa sallamtersebut adalah Al-Mahdi. Ia akan
diizinkan Allah untuk merubah keadaan dunia yang penuh kezaliman dan
penganiayaan menjadi penuh kejujuran dan keadilan. Subhanallah…! Beliau
tentunya tidak akan mengajak ummat Islam berpindah babak melalui
perjalanan tenang dan senang laksana melewati taman-taman bunga indah
atau melalui meja perundingan dengan penguasa zalim dewasa ini apalagi
dengan mengandalkan sekedar ”permainan kotak suara”..! Al-Mahdi akan
mengantarkan ummat Islam menuju babak Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah
melalui jalan yang telah ditempuh Nabi Muhammadshollallahu ’alaih wa
sallam dan para sahabatnya, yaitu melalui al-jihad fi sabilillah.
Al-Mahdi akan berperan
sebagai panglima perang ummat Islam di akhir zaman. Beliau akan mengajak
ummat Islam untuk memerangi para Mulkan Jabriyyan (Para Penguasa
Diktator) yang telah lama bercokol di berbagai negeri-negeri di dunia
menjalankan kekuasaan dengan ideologi penghambaan manusia kepada sesama
manusia. Bila Allah mengizinkan Al-Mahdi untuk menang dalam berbagai
perang yang dipimpinnya, maka pada akhirnya ia akan memimpin dengan pola
kepemimpinan berideologi aqidah Tauhid, yaitu penghambaan manusia
kepada Allah semata. Banyak ghazawat (perang) akan dipimpin Al-Mahdi.
Dan –subhaanallah- Allah akan senantiasa menjanjikan kemenangan baginya.
(Ahmad – 1458) “Kalian akan
memerangi Jazirah Arab kemudian Allah menaklukkannya untuk kalian.
Kemudian kalian akan memerangi Persia dan Allah menaklukkannya untuk
kalian. Kemudian kalian akan memerangi Romawi dan Allah menaklukkannya
untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Dajjal dan Allah
menaklukkannya untuk kalian.” Nafi’ berkata; Jabir berkata; “Dajjal
tidak akan keluar sampai Romawi ditaklukkan.”
Lalu apa sajakah indikasi
kedatangan Al-Mahdi? Dalam sebuah hadits Nabishollallahu ’alaih wa
sallam memberikan gambaran umum indikasi kedatangan Al-Mahdi. Ia akan
diutus ke muka bumi bilamana perselisihan antar-manusia telah menggejala
hebat dan banyak gempa-gempa terjadi. Dan kedua fenomena sosial dan
fenomena alam ini telah menjadi semarak di berbagai negeri dewasa ini.
(Ahmad – 10898) “Aku
berikan kabar gembira kepada kalian dengan datangnya Al Mahdi, ia diutus
kepada umatku ketika terjadi perselisihan dan kegoncangan di antara
manusia, lalu bumi akan dipenuhi dengan keseimbangan dan keadilan
sebagaimana ia telah dipenuhi oleh kejahatan dan kezhaliman. “
Hadits berikut ini bahkan
memberikan kita gambaran bahwa kedatangan Al-Mahdi akan disertai tiga
peristiwa penting. Pertama, perselisihan berkepanjangan sesudah kematian
seorang pemimpin. Kedua, dibai’atnya seorang lelaki (Al-Mahdi) secara
paksa di depan Ka’bah. Ketiga, terbenamnya pasukan yang ditugaskan untuk
menangkap Al-Mahdi dan orang-orang yang berbai’at kepadanya. Allah
benamkan seluruh pasukan itu kecuali disisakan satu atau dua orang untuk
melaporkan kepada penguasa zalim yang memberikan mereka perintah untuk
menangkap Al-Mahdi.
(Abu Daud – 3737) “Akan
terjadi perselisihan saat matinya khalifah, lalu seorang laki-laki (Al
Mahdi) akan keluar dari Madinah pergi menuju Makkah. Lantas beberapa
orang dari penduduk Makkah mendatanginya, mereka memaksanya keluar (dari
dalam rumah) meskipun ia tidak menginginkannya. Orang-orang itu
kemudian membaiatnya pada suatu tempat antara Rukun (Hajar Asawad) dan
Maqam (Ibrahim). Lalu dikirimlah sepasukan dari penduduk Syam untuk
memeranginya, tetapi pasukan itu justru ditenggelamkan oleh (Allah) di
Al Baida, tempat antara Makkah dan Madinah.”
Saudaraku, sebagian
pengamat tanda-tanda akhir zaman beranggapan bahwa indikasi yang pertama
telah terjadi, yaitu perselisihan dan kekacauan yang timbul sesudah
wafatnya seorang pemimpin. Siapakah pemimpin yang telah wafat itu?
Sebagian berspekulasi bahwa yang dimaksud adalah Saddam Husein. Karena
semenjak kematiannya, negeri Irak berada dalam kekacauan berkepanjangan.
Wallahua’lam bish-showwab. Bila analisa ini benar berarti dewasa ini
kita sudah harus bersiap-siap untuk berlangsungnya pembai’atan paksa
Al-Mahdi di depan Ka’bah.
Saudaraku, bila ketiga
peristiwa di atas telah terjadi, berarti Ummat Islam di seluruh penjuru
dunia menjadi tahu bahwa Al-Mahdi telah datang diutus ke muka bumi.
Panglima ummat Islam di Akhir Zaman telah hadir.. . Dan bila ini telah
menjadi jelas kitapun terikat dengan pesan Nabishollallahu ’alaih wa
sallam sebagai berikut:
(Ibnu Majah – 4074) “Jika
kalian melihatnya, maka berbaiatlah kepadanya walaupun sambil merangkak
di atas salju, karena sesungguhnya dia adalah khalifah Allah Al Mahdi.”
Ya Allah, izinkanlah kami
bergabung dengan pasukan Al-Mahdi. Ya Allah anugerahkanlah kami rezeki
untuk berjihad di jalanMu bersama Al-Mahdi lalu memperoleh salah satu
dari dua kebaikan: ’isy kariman (hidup mulia di bawah naungan syariat
Allah) atau mut syahidan (mati syahid). Amin…
Ustadz Ihsan Tanjung. (eramuslim)
0 komentar:
Posting Komentar